http://tabloidkorea.blogspot.com/2012/08/mengenal-jung-so-min-artis-korea-dari.html
#. Naughty KISS :* (PlayFull Kiss)
#. Naughty KISS :* (PlayFull Kiss)

Lee Tae Sung sebagai Bong Joon Gu
Lee Si Young sebagai Yoon He Ra
Hong Yoon Hwa sebagai Jung Joo Ri (Teman Ha Ni’s)
Yoon Seung Ah sebagai Go Min Ah (Teman Ha Ni’s)
Jang Ah Young sebagai Hong Jang Mi
Jung So Min as Oh Ha Ni
Kim Hyun Joong as Baek Seung Joo
Jung Hye Young sebagai Hwang Geum Hee (Ibu Seung Jo’s)
Oh Kyung Soo sebagai Baek Soo Chang (Ayah Seung Jo’s)
Choi Won Hong sebagai Baek Eun Jo (Abang Seung Jo’s)
Kang Nam Gil sebagai Oh Ki Dong (Ayah Ha Ni’s)
Lee Si Young sebagai Yoon He Ra
Hong Yoon Hwa sebagai Jung Joo Ri (Teman Ha Ni’s)
Yoon Seung Ah sebagai Go Min Ah (Teman Ha Ni’s)
Jang Ah Young sebagai Hong Jang Mi
Jung So Min as Oh Ha Ni
Kim Hyun Joong as Baek Seung Joo
Jung Hye Young sebagai Hwang Geum Hee (Ibu Seung Jo’s)
Oh Kyung Soo sebagai Baek Soo Chang (Ayah Seung Jo’s)
Choi Won Hong sebagai Baek Eun Jo (Abang Seung Jo’s)
Kang Nam Gil sebagai Oh Ki Dong (Ayah Ha Ni’s)
Episode 2 Takut
pada Suntikan
“Apa yang salah?”tanya Seung Jo
“Aku terlalu takut, aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak akan pernah bisa melakukannya. Aku benar-benar benci suntikan” kata Ha Ni menceritakan apa yang dialaminya hari ini.
“Ada orang yang harus disuntik oleh mu, apa yang kau takutkan?”tanya Seung Jo
“Maksudku memberikan suntikan merupakan tugas dasar dari perawat. Kamu tidak akan disuntik. Apa yang akan kamu lakukan jika orang yang akan disuntik terlalu takut untuk melakukannya?”kata Seung Jo panjang lebar
“Tapi apa yang bisa aku lakukan
jika aku mulai gemetar saat memegang jarum?”tanya Ha Ni
“Jika kamu takut maka kamu harus menyerah, Jangan menjadi beban bagi orang lain. Kamu menjadi seorang perawat karena ... Aku bilang aku akan menjadi dokter” jawab Seung Jo
“Tidak! Ini tidak seperti itu! Hei, bagaimana bisa suamiku sendiri mengatakan hal-hal seperti itu!?”tanya Ha Ni
“Kau yang bilang kau akan menyerah terlebih dahulu”kata Seung Jo
“Jika kamu takut maka kamu harus menyerah, Jangan menjadi beban bagi orang lain. Kamu menjadi seorang perawat karena ... Aku bilang aku akan menjadi dokter” jawab Seung Jo
“Tidak! Ini tidak seperti itu! Hei, bagaimana bisa suamiku sendiri mengatakan hal-hal seperti itu!?”tanya Ha Ni
“Kau yang bilang kau akan menyerah terlebih dahulu”kata Seung Jo
“Tapi tetap!Jika kamu tidak
akan membantu ..."ucap Ha Ni kesal
"Kemudian temukanlah seseorang atau sesuatu untuk berlatih. Aku tidak punya niat ... bekerja sama dengan perawat yang tidak bisa memberikan suntikan" kata Seung Jo kemudian pergi meninggalkan Ha Ni yang kesal dengan ucapan suaminya itu.
"Kemudian temukanlah seseorang atau sesuatu untuk berlatih. Aku tidak punya niat ... bekerja sama dengan perawat yang tidak bisa memberikan suntikan" kata Seung Jo kemudian pergi meninggalkan Ha Ni yang kesal dengan ucapan suaminya itu.
Ha Ni sudah berada dirumah, dia
sedang browsing di internet mencari manusia yang mau dijadikan korban
suntikannya, saat dalam proses pencarian, Ha Ni mengingat sesuatu dan langsung
merogoh isi kantongnya untuk mengambil ponselnya.
Ha Ni janjian bertemu dengan Joo
Ri di taman, mereka duduk di tangga.
"Ada apa, pagi-pagi sekali?
Dan kenapa di sini, dari semua tempat?" tanya Joo Ri yang baru tiba
"Wow, Ini adalah makanan
ringan dan biskuit yang sangat aku suka!" kata Joo Ri langsung duduk
disebelah Ha Ni
"Makanlah!" kata Ha Ni,
Joo Ri pun memakan makanan yang dibawa Ha Ni
"Apa hari ini, hari yang
istimewa? kamu keluar lebih awal ini hanya untuk memberikan ini padaku?"
tanya Joo Ri curiga
"Apa yang kamu bicarakan?
karena aku sibuk dengan pelatihan praktis. Dan aku merasa sepertinya aku
merindukan temanku yang tercinta hari ini!" kata Ha Ni menjelaskan
"Itu saja?" tanya Joo Ri
masih curiga
"Joo Ri" kata Ha Ni
"hemm"
"Kita
berteman baik, kan?" tanya Ha Ni hati-hati
"Tentu
saja!" jawab Joo Ri
"Kita
punya hati yang terbakar dan persahabatan yang terbakar! Oh Ha Ni, Dok Go, Min
Ah, Jung Ju Ri, adalah 3 sahabat baik" kata Joo Ri melanjutkan, Ha Ni langsung
memeluk Joo Ri.
"Benar?
makanlah! makanlah!!" kata Ha Ni menyuruh Joo Ri memakan semua makanan
yang dibawanya.
Ha
Ni mengeluarkan semua peralatan suntiknya, dia tersenyum ke arah Joo Ri.
"Kamu
ingin beberapa suplemen gizi?" tanya Ha Ni sambil menunjukan sekantung
infus berisi suplemen
"Ha
Ni!" kata Joo Ri agak takut, diam-diam Ha Ni mengambil jarum dari kotak
peralatannya.
"Ini
adalah suplemen gizi yang benar-benar mahal!" kata Ha Ni meyakinkan Joo Ri
"Aku
takut jarum suntik" kata Joo Ri takut
"Aku
akan memastikan ini tidak sakit." Kata Ha Ni sambil mengeluarkan jarum
suntiknya dan menunjukannya di hadapan sahabatnya itu.
"Hei
Ha Ni, Ha Ni. Oh ya ampun apa yang salah dengan mu, Ha Ni!?" kata Joo Ri
berlalu kabur
"Hei,
Jung Joo Ri" teriak Ha Ni
Joo
Ri berlalu kabur meninggalkan Ha Ni, secepat kilat. Ha Ni hanya bisa menatap
kepergian Joo Ri
Ha
Ni berjalan menyusuri ruko-ruko sambil menggendong boneka teddy bear di
pundaknya, semua orang memperhatikan Ha Ni. Ha Ni mengingat kejadian saat dia bertemu
dengan Min Ah.
Flashback
di restoran!!
Teman
ku tercinta, Aku punya suatu permintaan" kata Ha Ni
"Kamu
perlu lengan ku, kan?" tanya Min Ah yang sudah mengetahui niat Ha Ni
"Inilah
sebabnya kau sahabatku!" kata Ha Ni senang
"Tentu
saja, kita berteman!" kata Min Ah
"Aku
mendengar semuanya dari Joo Ri. Ini hadiah untukmu" kata Min Ah memberikan
boneka teddy bear pada Ha Ni
"Apa
yang kau dengar?" tanya Ha Ni
"Ha
Ni, di dunia ini mana ada orang yang mau memberikan lengannya untuk di suntik
secara sukarela, jadi berlatihlah dengannya" kata Min Ah menjelaskan
"Dengan
dia?" tanya Ha Ni melirik boneka disebelah Min Ah
"Lakukanlah
dengan baik, Oh Ha Ni berjuang!!!" kata Min Ah menyemangati sahabatnya
itu, Ha Ni menatap boneka itu. bonekanya berkedip, hahahaha
End
of flashback . .
Ha
Ni sedang berlatih menyuntik dikamar dengan bantuan teddy bear-nya. Seung
Jo melihat istrinya berlatih dari balik pintu. Ha Ni mengeluarkan jarum
suntiknya dengan mata yang sedikit terpejam dia berhasik menusukan jarumnya di
lengan teddy bear.
Ha
Ni sangat senang karena dia berhasil (-,-!). Seung Jo yang melihatnya tertawa.
Ha
Ni kembali ke kelas untuk praktek....
"Tak
perlu terlalu takut. Baik-baik saja." kata Ha Ni
"Oh
Ha Ni, Kamu akan menusukku dengan jarum, bagaimana mungkin aku tidak
takut?" kata teman Ha Ni yang menjadi korbannya hari ini.
"Tidak,
aku akan melakukannya lebih baik saat ini. Aku sudah berlatih" kata Ha Ni
meyakinkan temannya.
Ha Ni mengeluarkan jarumnya.
"Hey,
turniket, ikatkan turniket itu pertama" kata teman Ha Ni mengingatkan Ha
Ni yang melupakan langkah pertama.
"Benar,
benar" kata Ha Ni langsung mengikatkan selang kecil yang bernaman turniket
itu.
"Tolong
tenanglah" pinta si korban, Ha Ni mengangguk
Ha
Ni bersiap untuk menusukan jarum, dia masih terlihat tegang. Korban Ha Ni pun
sama tegangnya. Ha Ni menusukan jarumnya dan korbannya berteriak.......
Ha
Ni duduk ditempat tidurnya, dia menatap teddy bear-nya dengan kecewa. Seung Jo
masuk ke dalam kamar.
"Apakah
duduk di sana akan memecahkan masalah?"tanya Seung Jo
"Disini?
Praktek. Praktek ditangan ini" kata Seung Jo menyodorkan tangannya.
"Seung
Jo..." kata Ha Ni
"Sebelum
aku berubah pikiran. cepat" kata Seung Jo
"Yeah"
kata Ha Ni tersenyum
"Pertama
kau akan mengikat turniket ini" kata Ha Ni sambil mengikatkan turniketnya
seperti pita
"Hey
Oh Ha Ni, siapa yang memintamu mengikat turniket ini seperti pita?" tanya
Seung Jo
"Oh,
hah itu benar, itu benar" kata Ha Ni membetulkan bentuk ikatannya
"Perhatikan
dengan seksama. Kamu mengikatnya 8 ~ 10 cm dari tempat jarum akan disuntikkan.
Jika kamu mengikatnya terlalu ketat bisa terjadi hilangnya sirkulasi di arteri.
Jadi hati-hati." kata Seung Jo mengajari istrinya
"Baiklah"
kata Ha Ni mengerti, dan mengikat turniketnya
"Kamu
mengikatnya terlalu ketat!" kata Seung Jo
"Oh,
maaf" kata Ha Ni ingin membetulkan ikatannya
"Tidak
apa-apa! lanjutkan!" kata Seung Jo
"kemudian
pak, silakan membuka dan menutup kepalan tangan kamu sebanyak usia mu"
kata Ha Ni
"Disini"
kata Seung Jo mengakhiri aktivitas membuka menutup.
"Ya,
Aku tidak melihat pembuluh darah" kata Ha Ni, kemudian Ha Ni memukul-mukul
tangan Seung Jo.
"hey
lihatlah ada 3 pembuluh darah! jarum perlu disuntikan dibagian yang benar, jadi
carilah pembuluh yang paling tegak. pembuluh ini akan memudahkanmu menyuntik
nanti. Lihat yang ini, jadi di sini." kata Seung Jo menunjukan letak
pembuluh darahnya.
"Suntik
disini?" tanya Ha Ni mulai tegang, dia mengambil jarum suntiknya.
"Hey,
kamu tidak akan mendisinfeksikannya (membersihkan kuman) terlebih
dahulu?" tanya Seung Jo
"Benar,
Disinfeksi" kata Ha Ni baru nyadar
Ha
Ni membersihkan bagian yang akan disuntikan. lalu dia mengeluarkan jarum
suntiknya.
"Ini
akan menyakitkan" kata Ha Ni, Seung Jo ketakutan melihatnya. Ha Ni juga
gemetaran, lalu Ha Ni menyuntik Seung Jo. Seung Jo teriak.....
"Aku
menyuntikmu" kata Ha Ni
"Hey
apa darahnya keluar?" tanya Seung Jo tak berani melihat keadaan tangannya.
"Tidak"
kata Ha Ni memegang jarumnya
"Hey,
darahnya tidak keluar" kata Ha Ni panik
"hey,
tarik keluar, tarik keluar" pinta Seung Jo panik.
Beberapa
saat kemudian, tangan Seung Jo sudah biru-biru, karena dipakai Ha Ni praktek.
"Dimana
lagi yang bisa kamu suntikkan?!" tanya Seung Jo saat Ha Ni memegang tangan
Seung Jo yang biru-biru.
"Disini"
kata Seung Jo menyodorkan tangan kanannya.
"Ini
yang terpenting, Hal ini tidak bisa terlalu dibangkitkan. Pembuluh darah adalah
bagian yang dekat dengan kulit. Serendah mungkin, seperti terbang." kata
Seung Jo memberikan instruksi
"Rendah,
seperti terbang?" tanya Ha Ni
"Yeah.
Seperti pesawat mendarat, perlahan-lahan." kata Seung Jo meberikan
perumpamaan
"Seperti
pesawat mendarat, perlahan-lahan. Ahh, aku mendapatkannya. Kamu harus
menjelaskannya seperti itu" kata Ha Ni mengerti maksud Seung Jo.
Ha
Ni menusukan jarumnya, Seung Jo teriak lagi....
"Hey,
ini seperti menerjang" kata Seung Jo
"Itu
darah, aku berhasil, itu darah, itu darah" kata Ha Ni bersorak senang
karena dia berhasil
Seung
Jo berlari keluar kamar menuju ruang tamu, menghindari Ha Ni
"Mengapa
dia terus menyuntikku?" tanya Seung Jo pada dirinya sendiri
Seung
Jo melihat tangannya yang biru-biru dan penuh dengan plaster.
"Aku
bisa gila" gerutu Seung Jo
"Seung
Jo" panggil Ha Ni yang muncul dengan peralatan suntiknya
"Jika aku melakukannya sekali lagi, aku benar-benar berpikir aku bisa ingat" pinta Ha Ni
"Jika aku melakukannya sekali lagi, aku benar-benar berpikir aku bisa ingat" pinta Ha Ni
"Dimana
lagi kamu akan menyuntikku?" tanya Seung Jo
"Ditempat
dimana kamu memiliki pembuluh darah." jawab Ha Ni yang langsung
menghampiri Seung Jo
"Hei,
kenapa kamu menjadi seperti ini?" tanya Seung Jo takut, Dia
menggeser-geser tempat duduknya karena takut disuntik Ha Ni. Seung Jo
mengalihkan perhatian Ha Ni lalu kabur, Ha Ni mengejar suaminya itu. Mereka
main kejar-kejaran.
Tiba-tiba
Eun Jo datang " Aku pulang".
"Adik
ipar, kamu sudah pulang" kata Ha Ni menyembunyikan jarum suntiknya di
balik tubuhnya.
Seung
Jo hanya gelene-geleng kepala mengerti maksud istrinya itu, Ha Ni tersenyum
penuh arti pada Eun Jo, sementara Eun Jo yang baru pulang tidak mengerti
apa-apa.


























+-+Copy.jpg)
.jpg)
.jpg)
+-+Copy.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar